A LETTER FROM [TO] FRIEND
PART 5
HANA AZURA (RYU AKIRA HADIWINATA)
seoul,1 januari 2011
to yukiko
hai yukiko, apa kabar?
aku memperhatikan kalimat yang baru saja aku tulis. rasanya terlalu formal. sangat aneh. kemudian cepat-cepat kuhapus.
hai tomat jelek, yang idungnya suka merah. apa kabar??hehehe
kau pasti sangat shock menerima suratku....
maaf jika aku yang membalasnya.
mulai hari ini aku yang menggantikan hana menulis surat untukmu.
sebenarnya ada hal penting yang ingin aku ceritakan padamu, awalnya aku ingin langsung meneleponmu. hanya saja aku takut kalau kau terlalu shock. jadi kuputuskan kuceritakan saja di sini.
aku menghela nafas panjang, sungguh berat rasanya menceritakan kondisi adik tersyangku pada sahabatnya.
beberapa hari yang lalau, sesaat setelah menulis balasan surat untukmu Hana ku jatuh pingsan.
saat ini dia koma, sayangnya dokter belum menemukan penyakit yang membuatnya koma, sementara ini dokter sedang melakukan penelitian terhadapnya.
aku sedih melihat keadaan keluargaku, mama terus-terusan menangis disamping Hana. papa terlihat sangat shock. dan aku, aku merasa sangat bersalah. sebagai kakak, aku tak bisa menjaga adikku dengan baik, hingga keadaannya menjadi serumit ini.
aku menyeka air mataku. konyol rasanya, sedewasa ini aku masih bisa menitikkan airmata. dihadapan selembar surat untuk seorang wanita.
tapi jujur, aku begitu terpukul dengan kondisi Hanaku,
saat ini, kami berada di Seoul. aku yg mengambil inisiatif ini. aku membaca buku harian Hana, ada seseorang yang ingin dia temui di sini.
setelah itu, papa akan membawanya pulang ke jepang.
aku minta doamu, secepatnya aku akan menjemputmu untuk bertemu dengan Hana. aku harus kembali menjaganya.
your little fat prince
Ryu
sekali lagi, aku menghela nafas panjang. apakah harus aku kirimkan surat ini?
aku tak tega membuat satu orang lagi sedih melihat kondisi Hana ku.
YUKIKO APRILIYANTI
Hari ini aku menerima sebuah surat baru yang seharusnya dikirim oleh Hana. Saat membuka pintu kost, aku melihat sebuah amplop putih terselip di bawah pintu kamarku.
“Kok putih? Tidak biasanya” aku membalik – balik foto tersebut
“Ini bukan tulisan Hana” batinku.
Aku segera membuka ampolp tersebut dengan tak sabarnya.
“Firasatku tidak enak”
Bandung, 5 Januari 2011Hai kau si jangkung yang aneh dan gak punya selera humor yang bagus. I know its not the time to loud of laugh. Bagaimana keadaan Hana sekarang? Apakah dia sudah sadar? Siapa yang ingin dia temui disana?Haruskah aku kesana?Balas secepatnya Ryu, Im so worried.Yukiko.
Inilah surat tersingkat yang pernah ku tulis. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi. Hana sakit dan sekarang berada di Seoul. Aku ingin segera kesana tapi libur belum tiba dan aku masih sibuk dengan berbagai tugas.
“Hana........”lirihku seraya memegang sebuah kotak.
PART OF A LETTER FROM [TO] FRIEND :

click the labels at the left side to see another labels of our story






0 komentar:
Posting Komentar