A LETTER FROM [TO] FRIEND
PART 6
RYU AKIRA
aku masih saja tak berkutik di sisi tempat tidur Hana ku. aku memperhatikan wajahnya, begitu pucat. sangat pucat, tapi dia cantik seperti mama. aku mengusap rambutnya, mengecup keningnya. sedih rasanya melihat adik kesayanganku ini terbaring lemah, kuharap ia segera pulih. dia pasti ingin melihat seseorang yang sedang duduk di koridor ruangan ini.
seseorang memasuki ruangan, ia tersenyum kemudian menutup pintu perlahan.
"bagaimana keadaan nana, ryu," tanya orang itu sembari menepuk punggunggku. ia kemudian menarik kursi yang ada didekatnya lalu duduk disampingku.
aku menggeleng, " belum ada perubahan, masih sama seperti sebulan yang lalu,"jawabku kemudian.
dia menghela nafas, sepertinya pikirannya sama beratnya denganku.
"apa yang akan kita lakukan selanjutnya? tanya nya kemudian.
aku hanya menggeleng, kemudian aku sedikit tersentak. Ya Tuhan, aku melupakan sesuatu.
aku bergegas mengacak tasku, dan menemukan secarik kertas disana.
"tunggu disini, temani hana," kata ku pada orang itu, ia hanya mengangguk bingung. aku bergegas meninggalkan ruangan dan menuju ke pusat perbelanjaan. aku menuju salah satu mesin pencetak foto, mencetak beberapa foto kemudian ke kantor pos.
sejenak aku tertegun mambaca isi suratku....
seoul, 3 maret 2011
maaf aku baru membalas suratmu..
keadaan Hana masih sama, ga ada perubahan yang begitu berarti untuk kami.
dia sangat lemah dan terlihat pucat. maaf kalau berita yang kusampaikan ini membuatmu gelisah.
entahlah, hanay kau sahabat yang dia kenal sejak lama. dua hari lagi hasil vonis dokter keluar. setelah itu baru akan tau langakah apa yang akan kami ambil, kalau dia bisa dirawat di Seoul, mingkin akan lebih baik. tapi jika tidak bisa, papa kana tetap membawanya ke Jepang.
kapan kau libur? mama menyuruhku membawa mu kesini, siapa tau bisa membuat hana lebih baik. mama sangat sedih dengan keadaannya.
ah..aku harus kembali ke rumah sakit. seseorang menungguku.
kuharap secepatnya memberi kabar padaku. just send an email okay.
bye
ryu akira
aku segera melipatnya kembali, kemudian menyerahkannya kepada petugas pos.
" tolong ke Indonesia," kataku dalam bahasa korea yang setengah-setengah. dia tersenyum dan mengangguk.
handphoneku berdering. orang itu meneleponku " halo, ada apa?"
Ya Tuhan, jantungku berdegup kencang. aku harap tidak terjadi apa-apa pada Hana.
YUKIKO APRILIYANTI
Aku melamun memandangi kotak kayu dan surat yang ku terima dari Ryu. Seorang pramugari datang menghampiriku dan menawarkan makanan ringan. Aku hanya menggelengkan kepala dan kembali membaca surat tersebut.
Bagaimana kondisi Hana saat ini? Aku meremas surat itu lalu menangis. Aku tahu Hana gadis yang kuat, selama bersahabat dengannya aku tidak pernah melihat tanda – tanda bahwa Hana memiliki penyakit yang serius. Tapi, ah semoga saja pikiran ku salah. Aku menarik napas panjang dan melihat ke arah jendela pesawat.
Seoul, aku akan segera datang.

click the labels at the left side to see another labels of our story






0 komentar:
Posting Komentar